JURANG RESESI DI DEPAN MATA DAN KUARTAL KETIGA menjadi taruhan. Bila Juli hingga September 2020 ekonomi bertumbuh minus, Indonesia masuk jurang resesi karena dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.
Pandemi Covid-19 memporakporandakan pilar ekonomi Indonesia. Sektor usaha, mulai dari level ultra mikro, mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga korporasi kolaps selama kuartal kedua, terutama April dan Mei. Meski belum ada angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), perkiraan kontraksi 4-5%.
Menkeu Sri Mulyani memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi April-Juni 2020 sekitar minus 4,3%. Sedang Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua terkontraksi hingga 4,8%.
Tapi, ada sejumlah faktor yang membuat kita optimistis. Pertama, sejak awal Juni 2020, saat pembatasan sosial dilonggarkan perlahan, ekonomi mulai menggeliat. Kedua, ada kabar gembira tentang kemajuan penelitian vaksin. Dari luar negeri, Oxford University mengumumkan kemajuan uji-coba vaksin…
